Tentang Produk  |  Khasiat  |  Fans Page

Mengenal Obat Tidur Dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan

14-Mar-2016
Mengenal Obat Tidur Dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan - Bila tak dikonsumsi dengan bijak, obat tidur bisa membawa resikonya yang tak enteng, seperti diare, masalah ingatan, alergi, sampai ketergantungan. 

Anda menderita masalah tidur? Janganlah tergesa-gesa mengkonsumsi obat tidur untuk mengatasinya. Sebelumnya Anda mengambil keputusan untuk memakainya, sebaiknya tahu apa sajakah resikonya yang bisa diakibatkan oleh pemakaian obat tidur. 

Macam-macam Obat Tidur 
Ada beragam macam obat tidur dengan faedah serta resiko tidak sama. Ada yang bisa bikin Anda tidur lebih lama atau menolong Anda untuk lebih gampang tidur. Obat tidur dalam golongan benzodiazepines dikatakan semacam penenang system saraf pusat yang bertindak memperlambat kerja system saraf. Sedangkan golongan lain, non-benzodiazepine, mempunyai resikonya lebih aman. 

Kecuali obat-obatan diatas, ada pula obat tidur dosis rendah yang dipakai untuk menangani insomnia akibat depresi. Obat-obatan tersebut di antaranya : amitriptilin, mirtazapine, trazodone. 

Pengaruh Buruk Obat Tidur 
Seperti obat-obatan lain, obat tidur pun mempunyai resikonya. Resikonya tiap-tiap obat tidur tidak sama bergantung macamnya. Di bawah ini berbagai resikonya yang umum berlangsung : 
  • Berubahnya napsu makan. 
  • Rasa terbakar atau geli pada kaki, lengan, tangan. 
  • Diare.
  • Sulit buang air besar atau konstipasi.
  • Sulit memelihara keseimbangan. 
  • Sakit kepala. 
  • Mulut atau tenggorokan kering. 
  • Buang angin. 
  • Nyeri ulu hati. 
  • Mengantuk di siang hari. 
  • Lemas. 
  • Nyeri perut. 
  • Masalah pada ingatan serta tak konsentrasi. 
  • Bikin anggota tubuh bergetar. 
  • Mual. 
  • Reaksi alergi kronis yang dikatakan anafilaksis. Reaksi ini bisa mencakup angioedema, yakni bengkak kronis di wajah. 
  • Menyebabkan ketergantungan. Tanpa ada obat tidur, Anda jadi terasa makin susah tidur. Bahkan juga kegiatan tidur dapat jadi waktu yang paling mencemaskan. 
  • Detak jantung tak teratur. 
  • Berat badan jadi tambah. 
  • Pada masalah spesifik resikonya bisa jadi kronis seperti parasomnias, yakni perilaku serta aksi yang tak bisa dikontrol. Orang yang alami parasomnias jadi tak sadar apa yang berlangsung. Di dalam ketidaksadarannya, pasien bisa jalan, makan, bahkan juga lakukan sambungan telephone sembari tidur. 

Obat tidur pula bisa beresiko untuk beberapa orang yang menderita penyakit spesifik, pasien asma umpamanya. Obat tidur bisa bikin pasien asma susah bernapas lantaran resikonya dari obat tidur bisa bikin seorang bernapas lebih lambat serta pelan. Mereka yang mempunyai tekanan darah tinggi, masalah ginjal, dan riwayat kejang pula butuh siaga. Demikian halnya wanita hamil serta menyusui, orang lansia dan yang tengah konsumsi obat-obatan spesifik yang bisa bereaksi dengan obat tidur. 

Bila memanglah Anda butuh konsumsi obat tidur, ada berbagai hal yang perlu dicermati, salah satunya : 

  • Sebelumnya konsumsi obat tidur, sebaiknya periksakan diri terlebih dulu ke dokter untuk tahu penyebabnya atau latar belakang terjadinya insomnia. 
  • Obat tidur baiknya dikonsumsi 15 menit sebelumnya saat tidur. Bila tak, obat ini bisa bikin Anda kehilangan konsentrasi serta kesadaran hingga bakal membahayakan Anda waktu melakukan aktivitas. 
  • Yakinkan Anda membaca semuanya instruksi termasuk juga dosis yang tercantum pada label, terlebih di bagian resikonya. Tanyakan ke dokter atau apoteker bila ada info yang tak Anda tahu. 
  • Janganlah sekali-sekali konsumsi minuman keras berbarengan dengan obat tidur. Kombinasi keduanya bisa menyebabkan kecanduan yang menyebabkan fatal. 
  • Anda pula baiknya tak konsumsi anggur maupun juice anggur waktu konsumsi obat tidur. Buah ini berisiko tingkatkan serta menjaga kandungan obat yang diserap pembuluh darah hingga mengakibatkan dosis berlebihan. 
  • Jauhi konsumsi obat tidur tipe lain untuk pertama kalinya, apabila pada pagi harinya Anda bakal melakukan satu aktivitas utama seperti wawancara kerja atau rapat besar. Anda tak tahu bagaimana tubuh Anda bakal bereaksi pada obat itu. 
  • Berbagai tipe obat tidur memanglah cuma diperuntukkan untuk mengkonsumsi periode pendek, umpamanya 10 hari. Jadi, jauhi konsumsi obat tidur dalam periode waktu lebih lama dari yang direferensikan dokter Anda. 
  • Penghentian mengkonsumsi obat tidur membutuhkan saat penyesuaian. Kadang-kadang insomnia bisa kembali nampak waktu obat tidur berhenti dipakai. Tanyakan hal tersebut ke dokter untuk mendapatkan langkah yang jitu untuk berhenti memakai obat tidur dengan cara bertahap. 

Selekasnya periksakan ke dokter bila sesudah konsumsi obat tidur Anda alami nyeri dada, susah bernapas, masalah pandangan, ruam, gatal, bengkak pada mata, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. 

Selanjutnya, konsumsi obat tidur baiknya jangan jadi alternatif paling akhir sebab ada cara lain yang lebih aman untuk mengatasi insomnia yakni mengkonsumsi Jus Mengkudu Ultra Noni. Mengkudu sebagai bahan baku dari Jus Mengkudu "Ultra Noni" mengandung banyak khasiat, satu diantaranya yaitu mengatasi sulit tidur (insomnia).

 

 

Berita / Artikel Lainnya :